7 Hal Perlu Kamu Ketahui Dari Asian Para Games 2018

Setelah sukses menyelenggarakan Asian Games 2018, kali ini Indonesia juga terpilih untuk menjadi tuan rumah untuk Asian Para Games 2018. Kamu sudah pernah mendengar sebelumnya? Asian Para Games ditujukan untuk para atlet difabel atau berkebutuhan khusus. Nah untuk mengenal lebih jauh tentang ajang olahraga ini, langsung saja simak beberapa uraian berikut ini.

Sejarah lahirnya Asian Para Games 

Image credit: www.iwbf.org

Asian Para Games dimulai dengan diselenggarakannya Far East and South Pacific Games for the Disabled atau FESPIC Games. FESPIC Games ini merupakan sebuah ajang olahraga bagi atlet difabel yang pertama kali diselenggarakan di Oita, Jepang pada 1975. Pada awalnya, tujuan diselenggarakannya FESPIC Games adalah untuk meningkatkan kesejahteraan serta mempererat persahabatan para atlet difabel melalui ajang olahraga bertaraf internasional.

Seiring perkembangannya, FESPIC Games telah digelar sebanyak sembilan kali. Indonesia pun pernah menjadi tuan rumah FESPIC Games ke empat pada tahun 1986 yang diselenggarakan di kota Surakarta. Kemudian FESPIC Games diselenggarakan terakhir kalinya pada 2006 di Malaysia. Ditahun yang sama, terjadi penghapusan FESPIC Games dan FESPIC Committee. Kemudian Asian Paralympic Comittee mengambil tanggung jawab sebagai organisasi yang menyelenggarakan Asian Para Games pertama kalinya pada tahun 2010. Hingga sampai saat ini, Asian Para Games disepakati menjadi ajang olahraga yang diadakan empat tahun sekali dan dibarengi dengan penyelenggaraan Asian Games di suatu negara. Panitia pelaksana kali ini dinamakan INAPGOC (Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee). INAPGOC ini diketuai oleh Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2011-2014.

Penyelenggaraan Asian Para Games

Image credit: www.pikiran-rakyat.com

Asian Para Games pertama kali diselenggarakan di Guangzhou, Cina selama satu minggu mulai tanggal 12-19 Desember 2010. Pada saat itu, diperkirakan 5.500 atlet yang turut serta. Empat tahun setelah itu, Asian Para Games diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan, mulai tanggal 18- 24 Oktober 2014. Selanjutnya, giliran Indonesia yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Para Games 2018 ini.

Indonesia merupakan salah satu negara Di Asia Tenggara pertama yang menjadi tempat penyelenggaraan Asian Para Games ini. Asian Para Games 2018 diselenggarakan di kota Jakarta. Tepatnya di Gelora Bung Karno, Jakarta International Velodrome dan JIExpo yang berlangsung sejak tanggal 6-13 Oktober 2018. Peserta Asian Para Games 2018 terdiri dari 42 negara Asia anggota Asian Paralympic Committee yang akan bertanding dalam 18 cabang olahraga. Pada pelaksanaannya, tahun ini tercatat ada 2.800 atlet dan 1.200 official yang turut andil dalam ajang olahraga empat tahunan tersebut.

Asian Para Games 2018 telah resmi dibuka pada 6 Oktober dan berlangsung hingga 13 Oktober 2018. Sedangkan rangkaian kirab obor dimulai pada hari Rabu, 5 September dengan pengambilan api dari sumber api abadi Mrapen di Grobogan, Jawa Tengah. Kemudian obor tersebut dibawa berkeliling ke delapan kota di Indonesia hingga tiba di Jakarta.

Maskot Asian Para Games 2018 

Image credit: www.asianparagames2018.id

Jika Asian Games 2018 memiliki tiga maskot yaitu Bhin-bhin, Atung, dan Kaka, Asian Para Games 2018 hanya memiliki satu maskot. Maskot di ini diberi nama Momo. Momo ini terinspirasi dari burung Elang Bondol atau Bald Eagle yang merupakan maskot DKI Jakarta. Penggunaan Elang Bondol tersebut memperkuat karakter kota penyelenggara, yaitu DKI Jakarta yang memiliki maskot yang sama. Agar nuansa Jakarta semakin terasa, Momo juga menggunakan sabuk khas kebudayaan Betawi. Nama Momo sendiri merupakan akronim dari Motivasi dan Mobilitas. Maknanya adalah bahwa seseorang harus tetap melangkah ke depan dan mampu beradaptasi dengan mudah terhadap perubahan di dunia. Semangat itulah yang diharapkan dibawa oleh para atlet yang tampil pada Asian Para Games 2018. Menarik, ya.

Logo Asian Para Games 2018 

Image credit: www.asianparagames2018.id

Logo yang digunakan Asian Para Games 2018 hampir sama dengan Asian Games 2018 yang konsepnya sama-sama menggunakan Harmoni. Logo yang berbentuk lingkaran mewakili harmoni atau keseimbangan bentuk oleh negara-negara yang terdiversifikasi di seluruh Asia. Gerakan ‘The Energy of Asia’ juga diperlihatkan pada siluet seorang pria yang bergerak pada lingkaran logo. Selain itu, terdapat pula tiga kurva dalam tiga warna di sekitar siluet manusia. Hal ini sebagai gambaran dari negara-negara Asia yang terdiversifikasi yang bergerak bersama sebagai satu kesatuan dalam harmoni untuk pencapaian bersama.

Sedangkan warna yang digunakan dalam logo ini juga memiliki arti tersendiri. Warna biru mewakili langit, dan warna orange mewakili matahari. Kemudian warna hijau mewakili alam, warna ungu mewakili kedekatan, dan merah mewakili semangat.

Cabang Olahraga

Asian Para Games 2018 memiliki 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. Seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan tersebut tentunya sudah disesuaikan untuk atlet difabel. Pergelaran acara ini bertujuan untuk membangkitkan kepercayaan diri atlet penyandang disabilitas. Mulai dari cabang olahraga para atletik, boccia yang dirancang khusus untuk dimainkan atlet yang memiliki keterbatasan kemampuan motorik. Ada pula cabang olahraga goal ball, judo, lawn bowls, panahan, balap sepeda, bulu tangkis, catur, bola voli duduk, basket kursi roda, tenis kursi roda. Serta ada olahraga tenis meja, tenpin bowling, para shooting, renang, anggar duduk dan angkat beban.

Prestasi Indonesia

Image credit: www.sportku.com

  • Pada gelaran Asian Para Games pertama yaitu Asian Para Games 2010 di Cina, Indonesia ada di peringkat 14 dari 30 negara yang bertanding. Indonesia mendapat 1 medali emas, 5 medali perak dan 5 medali perunggu.
  • Asian Para Games 2014 di Korea Selatan, Indonesia ada di peringkat 9. Indonesia memperoleh 9 medali emas. Kesembilan medali tersebut diperoleh dari cabang olahraga badminton sebanyak 4 medali, tenis meja sebanyak 2 medali, dan renang 3 medali. Selain ketiga cabang olahraga tersebut, Indonesia juga mendapat medali perak sebanyak 11 medali dan perunggu sebanyak 18 medali.
  • Sedangkan pada Asian Para Games 2018 ini, perolehan sementara hingga Rabu (10/10/2018) pukul 16.00 WIB, Indonesia berhasil memperoleh 17 medali emas. Selain itu, Indonesia juga telah memperoleh 21 medali perak dan 24 medali perunggu. Perolehan tersebut menjadikan Indonesia berada pada posisi ke-6 klasemen sementara Asian Para Games 2018. Posisi puncak ditempati oleh Cina dengan 161 medali. Setelah Cina, ditempati oleh Korea dengan 76 medali. Disusul oleh Iran, Uzbekistan, dan Jepang.

Tiket Asian Para Games 2018 

Image credit: www.tribunnews.com

Tiket untuk menonton Asian Para Games 2018 dijual dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tiket Asian Games lalu. Terdapat dua macam tiket, yaitu tiket pembukaan dan penutupan, dan tiket nonton pertandingan. Tiket untuk menyaksikan pertandingan dibedakan menjadi tiga kategori. Yang pertama, tiket untuk masuk ke kawasan GBK dan mengakses area publiknya. Kedua, tiket masuk terusan di venue-venue pertandingan. Dan yang ketiga, tiket final pertandingan. Pembelian tiket untuk acara ini melalui offline maupun online melalui situs resmi asianparagames2018.loket.com.

Berbeda dengan penjualan tiket Asian Games, tiket Asian Para Games 2018 ini dijual tanpa nomor kursi. Namun penjualan tiket untuk acara ini menggunakan sistem ‘siapa cepat dia dapat’. Menurut Raja Sapta Ketua INAPGOC, sistem ini membuat penonton lebih fleksibel. Jika kapasitas di suatu pertandingan penuh, panitia akan menutup area. Dengan begitu, penonton bisa menonton pertandingan di lokasi lain atau menonton dari layar di area umum. Menariknya, pada beberapa cabang olahraga masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara gratis. Hal ini telah disampaikan oleh salah satu petugas marketing look and feel APG 2018. Cabang olahraga tersebut meliputi Boccia, Catur, Balap Sepeda, Goal Ball, Tenis Meja, Anggar Kursi Roda, dan Tenis Kursi Roda.

***

Itulah beberapa informasi tentang Asian Para Games 2018 yang dapat GoToMalls sajikan khusus untuk kamu. Bagaimana? Kamu tertarik untuk menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan langsung? Kamu masih punya kesempatan dua hari lagi untuk memberikan dukungan kepada para atlet. Bagi kamu yang ingin mendapatkan boneka maskot Momo, kamu bisa mendapatkannya di mall-mall seluruh Jakarta. Jangan lupa cek GoToMalls.com untuk mencari tahu seputar promo diskon, hingga event yang sedang berlangsung ya.

Leave a Reply