10 Film Kemerdekaan dan Perjuangan Indonesia Bangkitkan Semangat Nasionalisme

Dianing Shiamita

, Movie

Masyarakat Indonesia yang hidup di era sekarang sudah serba sangat nyaman. Indonesia sudah merdeka, tidak dijajah oleh bangsa lain seperti zaman dulu. Para pahlawan yang sudah berjuang sudah sepatutnya selalu diapresiasi dan dikenang untuk mengingat jerih payah mereka merebut kemerdekaan. Salah satu caranya adalah membuat film yang bercerita tentang perjuangan Indonesia. Menjelang 17 Agustus nanti, tak ada salahnya untuk tahu apa saja film tersebut. Berikut 10 film kemerdekaan yang akan membangkitkan semangat nasionalismemu:

Baca juga: Cinta Karya Anak Bangsa, Inilah 7 Film Indonesia dengan Penonton Terbanyak

Soegija

image credit: www.imdb.com

Sutradara: Garin Nugroho

Pemain: Nirwan Dewanto, Andrea Reva, Andriano Fidelis, Annisa Hertami Kusumastuti, Butet Kertarajasa, Cahwati, Cor Van Der Kruk

Sesuai dengan judulnya, film yang dirilis pada 7 Juni 2012 ini menggambarkan sosok Soegija atau Albertus Soegijapranata. Beliau adalah uskup Indonesia pertama dan dikenal karena pendiriannya yang pro-nasionalis atau sering disebut “100% Katolik, 100% Indonesia”. Dalam film dikisahkan bagaimana jasa-jasa Soegija (Nirwan Dewanto) saat masa-masa penjajahan hingga kemerdekaan Indonesia. Meski seorang tokoh agama, tapi Soegija memiliki peran dalam menyelesaikan kerusuhan di Semarang, tempatnya tinggal saat itu.

Setelah Presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, Semarang malah mengalami kerusuhan yang kemudian dinamakan Pertempuran Lima Hari Semarang. Soegija berusaha membantu menyelesaikan dengan menuntut pemerintah pusat mengirim seseorang untuk menghadapi kerusuhan tersebut. Beliau juga berusaha meningkatkan pengakuan Indonesia di mata dunia dan meyakinkan kaum Katolik untuk berjuang mempertahankan negara Indonesia. Berkat kegigihan dan peran sertanya ini, Presiden Soekarno memberikan beliau gelar Pahlawan Nasional.

Merah Putih

image credit: www.imdb.com

Sutradara: Yadi Sugandi

Pemain: Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Zumi Zola, Rudi Wowor

Film Merah Putih merupakan film pertama dari rangkaian Trilogi Merdeka yang dirilis pada 13 Agustus 2009. Latar ceritanya diambil berdasarkan kisah nyata sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia pada 1947 saat terjadinya peristiwa Agresi Militer Belanda I di Jawa Tengah. Dikisahkan lima orang kadet yang bersahabat karena sama-sama mengikuti latihan militer di Sekolah Tentara Rakyat. Mereka adalah Amir (Lukman Sardi), Dayan (Teuku Rifnu), Tomas (Donny Alamsyah), Marius (Darius Sinathrya), dan Soerono (Zumi Zola).

Kelimanya datang dari latar belakang, agama, dan suku yang beragam tapi disatukan dalam pelatihan militer yang keras. Saat mereka akhirnya menjalankan misi, seluruh kadet kecuali Amir, Dayan, Tomas, dan Marius tewas terbunuh. Mereka kemudian bergabung dalam pasukan gerilya di pedalaman Jawa untuk menyusun strategi demi mengalahkan pasukan Belanda. Perjuangan hidup dan mati dari para tentara ini akan membuat para penonton merasakan ketegangan dan hanyut dalam suasana mencekam saat itu.

Darah Garuda

image credit: www.imdb.com

Sutradara: Yadi Sugandi, Conor Allyn

Pemain: Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Ario Bayu, Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Rudy Wowor

Masih lanjutan dari Film Merah Putih, ada Film Darah Garuda yang jadi bagian dari Trilogi Merdeka. Film kemerdekaan ini dirilis pada 8 September 2010 yang mengisahkan kelanjutan dari perjuangan empat kadet dalam melawan Belanda. Target mereka adalah kamp tawanan Belanda yang menyandera para perempuan yang mereka cintai. Mereka terhubung dengan kantor pusat Jendral Soedirman di mana mereka diberi tugas rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat. Mereka akan melancarkan serangan udara yang dapat menjatuhkan kekuasaan Jendral Van Mook.

Saat menembus ke dalam hutan, mereka bertemu dengan berbagai kelompok. Mulai dari separatis Islam, sekutu baru dari orang-orang sipil jalanan, hingga musuh lama yang bertanggung jawab atas intelijen Belanda. Terkepung oleh musuh dari luar dan dalam, mereka tetap harus bersatu dan saling bekerja sama demi mencapai satu tujuan, yaitu kemerdekaan.

Hati Merdeka

image credit: www.imdb.com

Sutradara: Conor Allyn, Yadi Sugandi

Pemain: Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Michael Bell

Dirilis pada 9 Juni 2011, film Hati Merdeka merupakan bagian dari Trilogi Merdeka lanjutan dari Darah Garuda. Film ini mengambil latar pada masa revolusi awal Indonesia di tahun 1948. Dikisahkan sekelompok kadet yang menjalankan sebuah misi melawan tentara Belanda. Misi tersebut berakhir dengan tragis karena ada beberapa anggota yang tewas dibantai musuh. Sang pemimpin, Amir (Lukman Sardi), pun mengundurkan diri yang membuat kesetiaan kelompok tersebut diuji.

Para kadet yang selamat dikirim kembali dalam perjalanan misi ke tempat Dayan (Teuku Rifnu Wikana) di Bali untuk membalas dendam kepada Belanda. Target utama mereka adalah Kolonel Raymer (Michael Bell) yang telah membunuh keluarga Tomas (Donny Alamsyah). Di tengah misi ini, Tomas yang dipilih sebagai pemimpin baru dilanda perasaan cinta kepada gadis berdarah biru bernama Senja (Rahayu Saraswati). Namun ternyata teman sekelompoknya, Marius (Darius Sinathrya), juga memiliki perasaan yang sama. Siapakah yang dipilih oleh Senja dan akankah misi mereka berhasil? Semuanya bisa kamu tonton di film Hati Merdeka.

Kartini

Image credit: plimbi.com

Sutradara: Hanung Bramantyo

Pemain: Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Ayushita, Acha Septriasa, Adinia Wirasti, Reza Rahadian, Deddy Sutomo

Kamu pasti kenal kan dengan sosok Kartini? Ya, beliau adalah pahlawan wanita Indonesia yang paling dikenal berkat perjuangannya terhadap emansipasi wanita. Jadi sudah sewajarnya kalau sosoknya dikenang dalam sebuah film berjudul Kartini. Film kemerdekaan yang dirilis pada 19 April 2017  ini merupakan remake dari R.A. Kartini yang dirilis pada 1984 silam. Film ini mengambil sudut pandang para saudari Kartini di mana kamu akan melihat bagaimana perjuangannya dalam bidang pendidikan.

Kartini (Dian Sastrowardoyo) yang dijodohkan dengan Raden Adipati Joyodiningrat (Dwi Sasono) harus menjalani masa pingitan. Tradisi keraton pada saat itu dirasakannya sangat merugikan kaum perempuan, terutama soal pendidikan. Kaum perempuan tidak diperbolehkan untuk sekolah dan hanya berada di rumah mengurus suami dan anak. Tak ingin terus-menerus disisihkan, Kartini bersama saudarinya, Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita), berjuang mendirikan sekolah untuk kaum miskin. Mereka juga menciptakan lapangan kerja bagi semua masyarakat Jepara.

Baca juga: 8 Film Tentang Perjuangan Wanita Hebat Indonesia

Sang Pencerah

image credit: www.imdb.com

Sutradara: Hanung Bramantyo

Pemain: Lukman Sardi, Muhammad Ihsan Tahrore, Zaskia Adya Mecca, Slamet Rahardjo, Giring Ganesha

Sang Pencerah yang dirilis pada 8 September 2010 mengisahkan sosok pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan atau yang sering dipanggil Darwis. Darwis muda (M. Ihsan Tahrore) merasa gelisah dengan pelaksanaan syariat Islam di daerah Yogyakarta yang melenceng ke arah syirik dan bid’ah. Ia ingin memperbaiki kekeliruan itu dengan menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman dengan sebuah kompas yang ternyata tidak menghadap Ka’bah. Tindakannya tersebut membuat para kyai dan penghulu masjid murka karena dianggap menyalahi aturan yg sudah diterapkan selama bertahun-tahun

Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid’ah. Tindakannya tersebut membuat para kyai dan penghulu masjid murka karena dianggap melawan aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad. Ia juga dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan merusak wibawa Keraton dan Masjid Besar. Namun Darwis tidak menyerah. Melalui suraunya ia mengawali perubahan dengan membenarkan arah kiblat yang salah.

Jenderal Soedirman

image credit: www.imdb.com

Sutradara: Viva Westi

Pemain: Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong, Nugie, Lukman Sardi, Annisa Hertami

Film Jenderal Soedirman mengisahkan sosok nyata pahlawan yang gagah berani bernama Soedirman. Meski sedang sakit keras, Soedirman (Adipati Dolken) tetap memimpin pasukannya dalam perang gerilya melawan pasukan Belanda dalam Agresi Militer ke II di Yogyakarta. Indonesia yang kala itu sudah merdeka dan dinyatakan dalam perjanjian Renville, kembali diserang oleh Belanda di bawah pimpinan Jenderal Simons Spoor (Eric Van Loon).

Soekarno (Baim Wong)-Hatta (Nugie) sebagai pemimpin negara ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Tak ingin kembali dijajah, Jenderal Soedirman pun memimpin perang gerilya melawan Belanda yang secara sepihak menyatakan Indonesia sudah tidak ada. Soedirman berusaha mengobarkan semangat pasukan dan rakyatnya dengan menyiarkan bahwa Republik Indonesia masih ada dan berdiri kokoh bersama Tentara Nasional yang kuat. Kegigihannya ini membuat Belanda kalah dan melalui perjanjian Roem-Royen, Belanda mengakui kedaulatan RI seutuhnya.

Guru Bangsa: Tjokroaminoto

image credit: www.imdb.com

Sutradara: Garin Nugroho

Pemain:  Reza Rahardian, Christine Hakim, Didi Petet, Alex Komang, Egi Fedly, Sujiwo Tedjo, Maia Estianty

Film kemerdekaan berikutnya adalah Guru Bangsa: Tjokroaminoto. Dirilis pada 9 April 2015, film ini mengisahkan sosok Oemar Said Tjokroaminoto yang berjuang mengangkat rakyat Indonesia untuk bisa hidup lebih baik. Tjokro (Reza Rahardian) lahir dari kaum bangsawan Jawa di Ponorogo. Gerakan politik etis yang dilakukan oleh Belanda membuat Hindia Belanda memasuki babak baru setelah lepas dari era tanam paksa di akhir tahun 1800. Namun rakyat masih saja miskin, banyak yang belum bersekolah, serta terjadi kesenjangan sosial antar-etnis dan kasta.

Tjokro yang memiliki latar belakang Islam yang kuat tidak mau diam saja melihat kondisi itu. Dengan berani ia ingin merasakan penderitaan rakyat jelata dengan melepas status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan. Ia membangun organisasi Sarekat Islam demi menyamakan hak dan martabat semua rakyat.

Habibie & Ainun

image credit: www.imdb.com

Sutradara: Hanung Bramantyo

Pemain: Reza Rahardian, Bunga C. Lestari, Tio Pakusodewo, Ratna Riantiarno, Mike Muliadro

Film Habibie & Ainun diadaptasi dari buku autobiografi dengan judul sama yang ditulis oleh BJ Habibie sendiri untuk mengenang almarhumah istrinya, Ainun. Film ini mengangkat kisah nyata antara BJ Habibie dan Ainun dari sebelum menikah hingga akhir hayat Ainun. Mereka sebenarnya adalah teman semasa SMP yang bertemu lagi setelah dewasa di Bandung pada 1962. Habibie (Reza Rahardian) adalah pemuda genius ahli pesawat terbang yang bermimpi untuk berbakti kepada bangsa Indonesia. Sedangkan Ainun (Bunga C. Lestari) adalah seorang dokter muda yang cerdas.

Mereka saling jatuh cinta kemudian menikah dan terbang ke Jerman. Hidup di negeri asing membuat perjuangan Habibie dan Ainun untuk membangun mimpi jadi tidak mudah. Bahkan setelah kembali ke Indonesia pun banyak kendala yang menghalangi langkah mereka. Namun mereka saling menguatkan dan melengkapi. Ainun adalah mata bagi Habibie untuk melihat hidupnya, sedangkan Habibie adalah pengisi kasih dalam hidup Ainun. Hingga di akhir hayat Ainun yang menderita penyakit, Habibie tetap setia menemaninya.

Sang Kiai

image credit: www.imdb.com

Sutradara: Rako Prijanto

Pemain: Adipati Dolken, Christine Hakim, Agus Kuncoro, Ikranegara, Meriza Febriani, Dimas Aditya

Film Sang Kiai mengangkat kisah KH. Hasyim Asyari, seorang pejuang kemerdekaan sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Jombang, Jawa Timur. Film ini mengambil latar masa pendudukan Jepang yang hampir sama dengan Belanda, menindas rakyat Indonesia. Rakyat saat itu dilarang mengibarkan bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dipaksa melakukan Sekerei (menghormat kepada Matahari).

Sebagai tokoh besar agama, KH. Hasyim Asyari (Ikranegara) menolak untuk melakukan Sekerei karena dianggap menyimpang dari aqidah Islam. Masyarakat Jepang memang menyembah matahari sebagai dewa mereka yang tentu saja sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Atas tindakannya ini, KH. Hasyim Asyari ditangkap oleh Jepang. KH. Wahid Hasyim (Agus Kuncoro), salah satu putranya, berusaha membebaskan sang ayah dengan cara diplomasi.

Baca juga: 11 Film Indonesia Terbaru Agustus 2018 Paling Ditunggu

Nah kamu sudah pada nonton belum daftar film kemerdekaan di atas? Kalau belum segera nonton, biar kamu selalu ingat sama perjuangan para pahlawan Indonesia dan ikut serta meneruskan perjuangan mereka. Kamu bisa beli DVD nya di Sonic DVD. Di bulan Agustus ini banyak mall yang memberikan promo besar dengan berbagai kategori. Cari tahu infonya di GoToMalls.com atau langsung buka di sini.

Leave a Reply