5 Film Terbaik Karya James Wan, Sutradara Spesialis FIlm Horor

Nadia Fauzia

, Movie

Sejak tahun 2003, pria keturunan Malaysia dan Australia bernama James Wan telah dikenal lewat karya-karyanya film horor Hollywood. Mayoritas film-filmnya pun sukses dan berhasil meraih pendapatan komersial yang cukup besar. Terlebih lagi di tahun 2013 ketika ia merilis film The Conjuring yang sukses di box office yang mendapatkan pujian dari para kritikus serta berhasil mengantongi beberapa penghargaan. Tidak hanya itu saja, setiap filmnya selalu ditunggu oleh para fans dan penikmat film. Meskipun begitu, karyanya tidak hanya sebatas film horor saja yang bisa kamu nikmati. Berikut ini 5 pilihan film terbaik karya James Wan berdasarkan rating:

Baca juga: 15 Film Terbaik Sepanjang Masa Wajib Kamu Tonton

The Conjuring (2013)

Image credit: movies.wikia.com

Film The Conjuring menceritakan tentang kisah horor yang dialami oleh keluarga Perron di rumah baru mereka. Keluarga yang terdiri atas orang tua dan lima anak tersebut pindah ke sebuah rumah tua di Pulau Rhode. Awalnya mereka baik-baik saja, namun seiring berjalannya waktu terjadi kejadian-kejadian misterius yang membahayakan nyawa. Roger dan Carolyn Perron yang khawatir atas keselamatan anak-anak mereka pun meminta tolong pada sepasang suami istri pengusir setan yaitu Ed dan Lorraine Warren.

Trivia: Proses syuting film The Conjuring dilakukan sesuai urutan kronologis. Saat itu, keluarga Perron yang asli ikut mendatangi lokasi set film. Dalam prosesnya, James Wan banyak berkonsultasi dengan Lorraine Warren dan salah satu anggota keluarga Perron asli. Selain James Wan, pemeran Ed dan Lorraine Warren juga jauh-jauh terbang ke Connecticut demi bertemu dengan istri Ed Warren tersebut.

Film The Conjuring diberi rating R oleh asosiasi film Amerika karena dianggap terlalu mengerikan. Hal ini cukup unik mengingat dalam film ini tidak ada sedikit pun adegan porno, sumpah serapah, rokok, ataupun adegan berdarah-darah. Keputusan rating R tersebut awalnya dimintai klarifikasi oleh James Wan dan tim produksi. Mereka merasa final cut film ini akan mendapat rating PG-13 yang lebih laku di box office. Sayangnya, asosiasi MPAA tetap teguh dengan rating R-nya karena meski dilakukan banyak editing dan pemotongan adegan, film The Conjuring masih dianggap teralu menyeramkan.

Baca juga: Hantu Indonesia vs Hantu Luar Negeri, Mana yang Lebih Serem?

Furious 7 (2015)

Image credit: amazon.com

Di film ketujuh franchise Fast and Furious ini, Dominic Torretto dan teman-teman mengira mereka telah sukses lolos dari kehidupan kriminal. Sebelumnya, mereka telah berjasa bagi pemerintah dengan mengalahkan teroris internasional, Owen Shaw. Sayangnya, masalah tidak berhenti sampai di situ. Kakak Owen Shaw, Deckard Shaw, memutuskan untuk balas dendam atas kematian adiknya. Lebih parahnya, teroris Somalia dan seorang oknum pemerintah bersaing untuk mendapatkan sebuah program komputer terorisme. Program bernama God’s Eye tersebut mampu mengubah piranti teknologi apa pun menjadi senjata. Torretto dan kawan-kawan pun bergabung kembali untuk menyelamatkan God’s Eye dari tangan yang salah sekaligus menghindari buruan Deckard Shaw.

Fact: Film Furious 7 merupakan film pertama James Wan yang tidak bergenre horor. Film ini juga menjadi film terberat baginya dengan terjadinya tragedi kematian aktor Paul Walker tanggal 30 November 2013. Saat itu, James Wan dan para pejabat pihak Universal berdiskusi untuk membahas kelanjutan film ini. Meski pembatalan sempat dipertimbangkan, akhirnya mereka memutuskan untuk meneruskan produksi dengan beberapa naskah yang ditulis ulang demi menghormati kepergian Paul Walker salah satu pemeran tokoh kunci.

Dalam prosesnya, beberapa dialog dan adegan yang memuat Paul Walker diambil dari deleted scene film-film sebelumnya. Adapun beberapa adegan sisanya dibuat dengan melibatkan kedua saudara Paul Walker sebagai body doubles dan voice-over. Selain itu, sebanyak 230 mobil dirusak demi membuat action sequence film ini terlihat nyata.

The Conjuring 2 (2016)

Image credit: themoviedb.org

Setelah sukses dengan film The Conjuring (2015), James Wan melanjutkan kembali kiprahnya di dunia film horor dengan sekuel film tersebut. Film The Conjuring 2 (2016) mengisahkan tentang suami-istri paranormal Ed dan Lorraine Warren dengan misi baru mereka. Di tahun 1977, Ed dan Lorraine Warren terbang ke Inggris untuk membantu keluarga Hodgson. Mereka mengalami kejadian supranatural di kediaman mereka di Enfield. Kelak, kisah yang mereka alami menjadi terkenal dengan sebutan Enfield Poltergeist.

Fact: Sama seperti film sebelumnya, keluarga Hodgson asli yang masih tersisa juga mendatangi set film. Meskipun begitu, Frances O’Connor, pemeran ibu mereka, menolak untuk bertemu dengan keluarga Hodgson. Ia khawatir pertemuannya dengan mereka akan berpengaruh terhadap aktingnya.

Di hari pertama syuting, seorang pendeta didatangkan untuk memberkahi set film. Selain itu, dalam film The Conjuring 2 terdapat adegan Ed Warren menyanyikan lagu romantis untuk istrinya. Sutradara James Wan yang menganggap nyanyian aktor Patrick Wilson cukup bagus menggunakannya dalam film alih-alih melibatkan penyanyi profesional sebagai voice-over.

Trivia: Awalnya, sutradara James Wan ditawari kontrak untuk menyutradarai sekuel film Furious 7 (2015) yaitu The Fate of the Furious (2017). Meskipun diiming-imingi uang dalam jumlah besar, ia memutuskan untuk menolaknya dan justru menggarap film The Conjuring 2 (2016). Ia mengaku lebih senang membuat film horor meski hasil yang didapatkan tidak sebesar film F8. Pada akhirnya, film The Conjuring 2 justru diterima dengan baik oleh kritikus dan sukses di box office sementara film F8 mendapat kritikan keras meski sukses mendulang lebih dari $1,2 miliar.

Insidious (2010)

Image credit: alchetron.com

Josh dan Renai Lambert adalah sepasang suami istri yang baru saja pindah rumah bersama 3 anak mereka, Dalton, Foster, dan Cali. Suatu malam, Dalton naik ke loteng setelah mendengar suara aneh dan melihat pintu loteng terbuka sendiri. Di sana, ia melihat sesosok bayangan kemudian terjatuh. Josh dan Renai yang mendengar teriakannya kemudian menolong, namun keesokan harinya Dalton justru jatuh koma. Sampai tiga bulan berikutnya, Dalton belum bangun juga hingga Renai terpaksa membawanya pulang. Ia pun mengontak Elise, seorang supranatural yang sering dimintai tolong mengusir hantu. Sayangnya, masalah yang melibatkan Dalton tidak sesederhana yang mereka pikirkan.

Trivia: Film Insidious (2010) awalnya dinamai “The Further” yang mengacu pada dimensi lain di mana kekuatan supranatural bertempat. Hebatnya, proses syuting film ini hanya memakan waktu tiga minggu saja. Saat itu pula, sutradara James Wan mendapat bayangan tentang franchise The Conjuring yang ia rilis tiga tahun kemudian.

Salah satu hal unik lainnya dari film Insidious (2010) adalah penggunaan 33 biola yang mengisi soundtrack film ini. Pantas jika banyak orang yang sukses terperangkap dalam suasana menyeramkan yang diciptakan. Hasilnya, film Insidious (2010) berhasil memenangkan penghargaan Best Horror Movie dari ajang Fright Movie Awards 2011.

Baca juga: 15 Film Horor Terseram Sepanjang Masa

Saw (2004)

Image credit: pubfilm.is

Adam, seorang fotografer, terbangun di sebuah ruangan bobrok dalam kondisi terikat rantai. Ia lalu mendapati dirinya tidak sendirian setelah melihat mayat yang terbujur dan seorang onkologi bernama Lawrence yang juga terikat. Masing-masing dari mereka mendapat sebuah tape recorder yang membisiki mereka untuk melakukan misi rahasia. Jika mereka berhasil menjalani misi, ada kemungkinan mereka berhasil keluar dengan selamat. Sebaliknya, jika mereka gagal melaksanakan misi maka taruhannya adalah nyawa diri mereka sendiri dan keluarga. Sayangnya, mereka tidak mengetahui bahwa dalam permainan ini, salah satu harus membunuh yang lain.

Jika kamu merasa proses syuting film Insidious (2010) yang hanya memakan waktu 30 hari sudah sangat cepat, maka kamu salah besar. Proses syuting film Saw (2004) menghabiskan waktu yang lebih singkat lagi yaitu dalam 18 hari. Dalam durasi kurang dari 3 minggu tersebut, pengambilan gambar untuk adegan dalam kamar mandi dilakukan sesuai kronologi. Hal ini diperlukan untuk membuat para aktor lebih menjiwai karakter yang dimainkan.

Ketika berhasil mendapatkan suntikan dana, James Wan memutuskan untuk memilih bayaran berupa persentase keuntungan alih-alih pembayaran di muka. Keputusan yang cenderung bersifat gambling ini membawa keuntungan besar dengan suksesnya film Saw (2004) di box office. Film ini tercatat sebagai salah satu film horor dengan keuntungan terbesar sepanjang masa.

Baca juga: Daftar Film Terlaris Sepanjang Masa, Infinity War Tidak Termasuk

***

Itu dia 5 film terbaik karya sutradara James Wan. Apakah kamu sudah pernah menonton salah satu dari kelima film tersebut? Jika belum, dapatkan koleksi filmnya di toko-toko DVD terdekat di kotamu. Jangan lupa cek GoToMalls.com untuk mendapatkan info promo-promo tiket bioskop yang bisa kamu gunakan untuk menonton film terbaru bulan Juli. GoToMalls memberikan informasi terlengkap seputar promo diskon, kupon, dan event-event di mall-mall terbaik Tanah Air. Selamat menonton!

Baca juga: 9 Film Terbaik Karya Christopher Nolan yang Tak Boleh Dilewatkan

Leave a Reply