7 Perancang Busana Wanita Indonesia yang Terkenal di Dunia

Dianing Shiamita

, Fashion

Dalam bidang fesyen, Indonesia mungkin masih belum setenar Prancis, Italia, ataupun Amerika. Namun jangan pandang sebelah mata. Nyatanya, ada banyak hasil rancangan karya anak bangsa yang sudah go international. Sederet perancang busana asal Indonesia banyak yang menuai sukses di ranah internasional. Siapa sajakah mereka? Inilah 7 perancang busana wanita terkenal di dunia yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia:

Baca juga: 8 Film Tentang Perjuangan Wanita Hebat Indonesia

Peggy Hartanto

image credit: IG@peggyhartanto

Nama Peggy Hartanto dikenal sebagai salah satu perancang busana wanita Indonesia yang sudah mendunia. Ia meraih gelar Fashion of Design and Commerce dan menjadi mahasiswi terbaik di Raffles College of Design di Sidney. Beberapa penghargaan telah berhasil ia raih, seperti Forbes 30 Under 30 AsiaThe Arts. Penghargaan ini dianugerahkan kepada tokoh-tokoh muda dibawah usia 30 tahun yang memiliki pengaruh di bidang seni dari seluruh dunia.

Melalui brand yang dimilikinya bernama PEGGY HARTANTO yang dikeluarkan pada 2011, rancangannya dikenal dengan ciri minimalis, modern, dan feminin. Rancangannya tersebut banyak dikagumi dan dipakai oleh para selebritis dunia, sebut saja Giuliana Rancic, Bella Thorne, dan Odette Annable.

Ardistia Dwiasri

image credit: IG@ardistianewyork

Melalui label Ardistia New York, rancangan wanita bernama Ardistia Dwiasri ini dikenal dengan ciri khas potongan minimalis dengan gaya edgy. Rancangan ini ternyata disukai oleh para pecinta mode di New York. Ardistia meraih gelar Bachelor of Science dan Master dalam bidang Industrial and Manufacturing Engineering dari Northeastern University, Boston. Untuk sekolah desain, ia belajar di Parsons The New School for Design, New York. Kini label yang sudah berjalan sejak 2007 tersebut sudah dipasarkan di beberapa kota di Amerika, Kanada, Eropa, dan Asia.

Sudah banyak penghargaan yang telah diraihnya. Diantaranya adalah menjadi pemenang Biore/Gen Art Fashion Award pada bulan Oktober 2007. Ia juga diprofilkan di Women’s Wear Daily pada bulan April 2007 untuk kategori “New Designer to Watch”. Selain itu, ia meraih prestasi lagi pada tahun 2007 dengan masuk nominasi Ready to Wear dari Gen Art Styles. Koleksi dari Ardistia pun menjadi bahan tulisan di majalah terkenal dunia. Mulai dari Vogue, Elle, Harper’s Bazaar, Lucky, WWD, New York Times, Zink, Daily Candy, Cosmopolitan dan Style.com pernah memuat rancangannya.

Rinda Salmun

image credit: www.centralindonesia.co.id

Nama Rinda Salmun baru saja dikenal di Tanah Air saat ia memulai debutnya di Indonesia melalui ajang Jakarta Fashion Week pada Oktober 2013. Karirnya justru lebih dulu dimulai di London Fashion Week 2010. Karyanya yang berlabel Rinda Salmun dicintai oleh masyarakat London dan meraih kesukesan di sana. Setelah lulus S1 dari ITB jurusan seni lukis, Rinda melanjutkan S2 fashion designer di Ravensbourne College of Design & Communication London. Langkahnya ini ternyata membuka peluangnya untuk menjadi perancang busana profesional di luar negeri.

Selain magang di beberapa tempat designer di London, Rinda juga rajin mempromosikan karyanya.  Melalui website yang memamerkan karya desainer baru, siswa sekolah fesyen, ataupun desainer yang baru lulus, karyanya pun mulai dikenal. Ciri khas rancangannya adalah potongan geometris dengan warna-warna terang. Kini ia pun dikenal sebagai salah satu desainer fesyen muda terkenal di Indonesia dan mancanegara.

Restu Anggraini

image credit: IG@restuanggraini

Restu Anggraini adalah perancang busana wanita terkenal di dunia asal Indonesia yang memiliki label ETU. Restu memulai karirnya di bidang fesyen sekitar tahun 2010. Saat itu ia masih bekerja sebagai tim marketing event di salah satu e-commerce. Bersama dua temannya, mereka membuat brand modestwear yang fokus pada produksi desain blazer dan jaket. Sayangnya brand ini tak berjalan lama karena kesibukan masing-masing. Namun di sinilah karirnya sebagai desainer dimulai.

Wanita berjilbab lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta ini hadir mendobrak tren modestwear yang saat itu didominasi warna pastel dan garis feminin. Ia merubahnya menjadi garis maskulin yang modern yang diaplikasikan pada busana muslimah. Etu, nama sapaannya, juga ikut memamerkan koleksinya di Mercedez-Benz Fashion Week Tokyo 2015. Ia membawa koleksinya berupa anyaman bernuansa cokelat, nude, dan putih yang menjadi ciri khas labelnya.

Baca juga: 6 Wanita Inspiratif yang Sukses Bangun Bisnis Startup di Indonesia

Dian Pelangi

image credit: IG@dianpelangi

Siapa yang tak kenal dengan Dian Pelangi? Wanita berjilbab ini memang sudah dikenal sebagai salah satu perancang busana wanita muda terbaik Indonesia. Wanita bernama asli Dian Wahyu Utami ini memang sudah memiliki ketertarikan di bidang fesyen sejak duduk di bangku SMA. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan studinya di SMK 1 Pekalongan dengan jurusan tata busana. Setelah itu ia mengambil gelar sarjana di ESMOD dan lulus pada 2008 dengan nilai cukup tinggi.

Pada 2009, Dian bergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia dan untuk pertama kalinya mengikuti fashion show di Australia. Ciri khas busana muslim rancangannya terletak pada motif jumputan Palembang (tie-dye) yang berwarna-warni seperti pelangi. Pada 2014, ia membawa koleksinya yang bertajuk Miss Palembang in New York untuk diperagakan di D.C. Fashion Week. Kemudian pada 2015 ia kembali ke Amerika Serikat bersama dengan Barli Asmara dan Zaskia Sungkar. Mereka bertiga memamerkan karya terbaru mereka di New York Couture Fashion Week.

Anne Avantie

image credit: www.kirani.id

Nama Anne Avantie sudah dikenal sebagai perancang busana wanita terkenal di dunia melalui kebaya sebagai pakaian tradisional dari Indonesia. Kebaya rancangan Anne Avantie sudah dikenal di skala internasional dan sudah dipakai oleh aktris-aktris ternama Indonesia. Bahkan Miss Universe yang pernah berkunjung ke Indonesia pun memakainya.

Wanita berusia 63 tahun ini sudah menunjukkan keahliannya di bidang mode sejak masih kecil. Saat itu ia membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah hingga berbagai ajang hiburan lainnya. Barulah pada 1989, ia memulai karirnya sebagai perancang busana dari sebuah rumah kontrakan bermodalkan 2 mesin jahit. Awalnya ia banyak membuat kostum penari dan berbagai busana malam yang bercirikan hiasan manik-manik. Usahanya pun berkembang, pada tahun 2010 Anne memiliki 2 butik di Mall Kelapa Gading dan Roémah Pengantén di Grand Indonesia.

Lenny Agustin

image credit: IG@lennyagustin18

Nama Lenny Agustin mulai dikenal saat ia menjadi juara utama pada Lomba Merancang Busana Perkawinan Internasional tahun 2003. Kecintaannya akan kekayaan budaya Nusantara membuat Lenny selalu memasukkan unsur lokal pada setiap karyanya. Untuk pemilihan material ia menyukai kain-kain tradisional seperti batik, tenun, lurik, songket dan sarung. Kain tersebut kemudian dikombinasikan dengan aplikasi-aplikasi unik yang menjadi ciri khasnya.

Lenny semakin mengembangkan karyanya lewat lini utama yang diambil dari namanya, LENNY AGUSTIN dan lini sekundernya LENNOR. Busana rancangan Lenny Agustin tidak hanya bisa dikenakan untuk acara formal saja tapi juga sebagai busana sehari-hari. Selain pakaian, Lenny juga merancang berbagai aksesoris, tas, dan sepatu yang bergaya etnik dan berwarna-warni.

Baca juga: Kenali 7 Sutradara Wanita Terbaik Indonesia yang Mendunia

Itulah daftar perancang busana wanita terkenal di dunia yang asli Indonesia. Kita patut berbangga dengan karya mereka dan turut memakainya supaya terus dikenal di seluruh dunia. Busana asli karya anak bangsa banyak ditemukan di mall-mall seluruh Indonesia, salah satunya Ibukita Gallery. Butik ini menjual seni kerajinan pakaian asal Gorontalo yang nyaman dan stylish saat digunakan.

Anda bisa mencari gerai fesyen wanita melalui GoToMalls.com, sebuah aplikasi berbasis website yang menampilkan berbagai informasi dari merchant di seluruh mall Indonesia. Tak ketinggalan juga informasi diskon dan promo fashion wanita yang tentunya tidak boleh Anda lewatkan!

Leave a Reply