Perjalanan Marvel Cinematic Universe yang Harus Kamu Tahu (Phase One)

Nadia Fauzia

, Movie

Sudah 10 tahun Marvel berkecimpung di jagat film superhero. Kamu mungkin lebih mengenal Marvel dengan dunia sinematiknya yang berjudul Marvel Cinematic Universe (MCU). Dimulai dari Phase 1  yang ditandai dengan Iron Man (2008) sampai kini MCU telah menginjak Phase 3 dengan Black Panther (2018). Bagaimana kisah MCU sejauh ini? Yuk, simak rangkumannya berikut ini!

Baca juga: 7 Hal di Trailer Terbaru Avengers: Infinity War yang Mungkin Kamu Lewatkan

Phase 1

MCU dibuka dengan film Iron Man yang rilis pada tahun 2008. Saat itu, pihak Marvel benar-benar merasa gambling sebab Iron Man sendiri bukanlah superhero yang dikenal luas di kalangan orang awam. Bahkan bagi para pecinta komik Marvel, Iron Man bukanlah karakter yang paling populer. Gelar ini sudah terlanjur dipegang oleh Spiderman sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Bisa dibayangkan betapa sulitnya keputusan mereka saat itu.

Image credit: collider.com

Kisah dimulai ketika Tony Stark (Robert Downey Jr), menganggap dirinya sebagai “genius-billionaire-playboy-philantropist“. Ia terjebak menjadi tawanan teroris yang ternyata didalangi oleh teman ayahnya sendiri. Dengan segala upaya, akhirnya dia berhasil keluar dan sejak saat itu lahirlah Iron Man. Tantangan demi tantangan dia lalui hingga akhirnya dia berhadapan dengan musuhnya Iron Monger. Di akhir film, Tony Stark mengaku kepada media bahwa memang benar dia adalah Iron Man, disambut dengan kagetnya semua reporter.

Tak disangka, film Iron Man yang tadinya diragukan ternyata menjadi box office hit hingga mendulang 585,2 dolar AS. Tak hanya itu, film ini berhasil dari segi critical response dan di review aggregator Rotten Tomatoes, Iron Man mendapat rating 94%. Hal ini merupakan sebuah prestasi besar, karena jarang sekali ada film yang mencapai rating bahkan 90% sekalipun. Kesuksesan ini kemudian menjadi batu loncatan terbesar bagi Marvel.

Image credit: comicbook.com

Enam bulan setelah pengakuan Tony Stark, seorang ilmuwan genetika bekerja di sebuah pabrik pembotolan di Rio de Janeiro dengan identitas palsu. Bruce Banner, nama ilmuwan itu, merupakan korban kecelakaan eksperimen tentara super lima tahun yang lalu. Saat itu dia terkena radiasi gamma yang mengubahnya menjadi monster Hulk setiap tekanan darahnya naik hingga 200 mmHg. Sejak itu, dia terpaksa melarikan diri dari kejaran militer dan orang-orang yang menginginkan kekuatannya.

Image credit: ew.com

Di saat yang sama, Tony Stark tengah berjuang menghadapi racun yang menyebar dari reaktor mini paladium di dadanya. Tak hanya itu, dia juga dihadapkan dengan tuntutan pemerintah yang ingin mendapatkan teknologi Iron Man-nya. Setelah menolak dengan gayanya yang khas “you want my property? You can’t have it! But I did you a big favor. I’ve successfully privatized world peace“, dia sontak menjadi selebriti tanpa menyadari bahaya di baliknya. Ivan Vanko, ilmuwan Rusia yang merupakan anak partner ayahnya, memutuskan untuk balas dendam atas apa yang dialami ayahnya. Untuk mewujudkannya, dia memperalat pengusaha pabrik senjata rival Tony Stark yaitu Justin Hammer yang terobsesi untuk menyaingi sang Iron Man.

Baca juga: Heboh! Ini Dia Bocoran Film Avengers: Infinity War

Pada akhirnya, Iron Man sukses menemukan unsur baru yang menggantikan paladium dan mengatasi bahaya yang dibawa oleh Ivan Vanko. Atas keberhasilan ini, Nick Fury, bos organisasi keamanan dunia, S.H.I.E.L.D, memintanya untuk menjadi konsultan untuk tim Avengers yang sedang dalam proses inisiasi.

Image credit: marvelcinematicuniverse.wikia.com

Di sisi dunia yang lain, Thor, seorang pewaris tahta kerajaan Asgard, diusir oleh ayahnya sendiri ke bumi atas kesombongannya dan kecerobohannya dalam bertindak. Selain itu, kekuatannya juga diambil darinya. Bersamaan dengan itu, Odin, sang Raja Asgard, juga mengirim senjata palu Thor yang tak lain adalah Mjolnir, ke area tidak jauh dari jatuhnya Thor di New Mexico. Di saat Thor sedang beradaptasi dengan kehidupan manusia, Loki, saudara angkatnya, berkonspirasi untuk merebut posisi pewaris tahta darinya. Dengan tipu muslihatnya, dia berhasil mendapatkan mahkota Odin dan berusaha menunjukkan pada ayah angkatnya bahwa dia lebih layak menduduki tahta Asgard. Hanya saja, Odin yang telah memperkirakan kejadian itu, telah menaruh mantra pada Mjolnir sehingga hanya orang yang dianggap benar-benar layak lah yang bisa mengangkatnya.

Image credit: youtube.com

Sementara itu, pada tahun 1942, seorang pemuda krempeng bernama Steve Rogers tengah di dalam kekecewaan sebab untuk kesekian kalinya dia ditolak oleh angkatan bersenjata Amerika Serikat karena dianggap tidak memenuhi kriteria. Meski begitu, penolakan ini tidak lantas membuatnya putus asa. Benar saja, takdir menggariskan dirinya tetap dapat membela negara, meski dengan cara lain. Oleh seorang saintis yaitu Dr. Abraham Erskine, dia direkrut untuk menjadi subjek eksperimen super soldier organisasi rahasia Strategic Scientific Reserve atau SSR. Eksperimen berhasil, dia menjadi sosok manusia berkekuatan super dengan fisik yang sempurna. Oleh pemerintah AS, dia diperkenalkan pada publik sebagai Captain America.

Di waktu yang bersamaan, seorang tentara Nazi bernama Johann Schmidt juga sedang bereksperimen. Dia berusaha memanfaatkan kekuatan yang terkandung dalam Tesseract, relik misterius berbentuk kubus yang dia temukan di Norwegia, dengan bantuan ilmuwan biokimia Dr. Arnim Zola. Bersama Hydra, divisi sains Nazi yang dibawahinya, dia berusaha menguasai dunia. Steve Rogers yang mengetahui hal ini, mencoba menggagalkan usahanya. Misi demi misi dia jalani hingga akhirnya dia berhadapan dengan pentolan Hydra itu. Sayangnya, kemenangannya harus dibayar mahal dengan pengorbanan.

Image credit: source.superherostuff.com

Dalam film Captain America: The First Avenger (2011) ini, kita diperkenalkan dengan Infinity Stone pertama yaitu Space Stone yang berada dalam Tesseract. Setelah kejadian jatuhnya pesawat yang mengangkut Captain America, ayah Tony Stark yaitu Howard Stark, yang juga sahabat sang Avengers pertama, menemukan relik ini di lautan dan menyimpannya. Hingga di akhir film Thor (2011), Nick Fury menawarkan pada Dr. Erik Selvig, seorang ilmuwan astrofisika, untuk mempelajari Tesseract dan kekuatan yang ada di dalamnya.

Jika kamu masih ingat, di saat Nick Fury berbicara dengan ilmuwan yang juga salah satu teman Thor di bumi itu, terlihat sosok Loki yang mempengaruhinya untuk menerima tawaran bos S.H.I.E.L.D itu. Seperti diduga, rencana Loki untuk menguasai bumi sejatinya telah dimulai sejak saat itu, jauh sebelum The Avengers (2012) dimulai.

Image credit: youtube.com

Kisah The Avengers (2012) dibuka dengan Loki yang menghadap Thanos, diperantarai oleh The Other, pemimpin pasukan Chitauri. Dia meminta pasukan Chitauri yang akan dia gunakan untuk menaklukkan bumi. Sebagai balasannya, dia menjanjikan akan menyerahkan Tesseract pada sang Mad Titan.

Untuk menghadapi Loki, Nick Fury merekrut para superhero untuk bergabung dalam proyek Avengers untuk “memenangkan perang yang tidak bisa dimenangkan manusia biasa”. Dia mengirimkan agen-agennya untuk menemui mereka secara personal. Phil Coulson dikirim untuk Iron Man, sementara Black Widow alias Natasha Romanoff ditugaskan untuk merekrut Bruce Banner yang sedang mencari ketenangan di India. Adapun dirinya sendiri mendatangi sang veteran Perang Dunia II, seperti yang bisa kamu lihat di post credit scene Captain America: The First Avenger.

Image credit: quirkybyte.com

Di Stuttgart, Jerman, mereka menangkap Loki yang sedang membuat keributan untuk mengalihkan perhatian orang dari Clint Barton sang Hawkeye yang sedang mencuri iridium untuk menstabilkan Tesseract. Penangkapan ini membuat Thor datang dan “mengganggu” kesuksesan sementara mereka. Thor berusaha membebaskan Loki sekaligus membujuknya untuk membatalkan rencananya yang melibatkan bumi. Tentu saja dia gagal, sebab pada akhirnya kita melihat Loki, dengan kecerdikannya. Dia berhasil membuat Avengers terpecah belah dan memporak-porandakan helicarrier milik S.H.I.E.L.D.

Image credit: thor.wikia.com

Rencana Loki satu persatu mulai berhasil. Dengan bantuan Erik Selvig, Loki membuka portal ke dimensi gelap. Datanglah ratusan pasukan Chitauri menyerang kota New York. Dengan senjata yang jauh lebih maju, mereka berhasil membuat kota itu menjadi distopia dan menawan banyak orang. Bahkan tim Avengers pun tidak cukup kuat untuk melawan mereka semua, apalagi dengan kondisi pasukan Chitauri yang terus berdatangan.

Keadaan semakin parah hingga Dewan Keamanan Dunia, yang mulai kalang kabut, mencoba meledakkan seluruh kota dengan bom nuklir. Bisa dibayangkan keputusasaan mereka sampai berniat mengorbankan ribuan warga sipil. Beruntung, Iron Man mengetahuinya lalu mengirim misil tersebut ke dimensi para Chitauri. Begitu Iron Man berhasil menyingkirkan bom itu, Black Widow menutup portal Tesseract dengan tongkat Loki. Akhirnya bumi selamat untuk sementara.

Image credit: wordpress.com

Dalam film Avengers pertama ini, kita disuguhkan dua Infinity Stone sekaligus, yaitu Space Stone yang ada dalam Tesseract dan Mind Stone yang ada pada tongkat sihir Loki. Meski begitu, kamu mungkin tidak menyadari yang kedua, sebab kebaradaan Mind Stone di dalamnya memang baru terkuak di film sekuelnya di Phase 2. Selain itu, di post-credit scene yang telah menjadi siri khas film Marvel, kita juga diberikan teaser menuju Infinity War.

Image credit: wikia.com

****

Itulah rangkuman Phase 1 dari Marvel Cinematic Universe. Bagaimana? Sekarang kamu ingat semuanya kan?

Jika belum, kamu bisa menonton ulang filmfilm di atas dengan membeli DVD/Blu-Raynya di Flamboyan DVD atau di Movie Land terdekat. Jika di kotamu tidak tersedia, kunjungi saja GoToMalls.com sebagai aplikasi berbasis web pertama yang menyuguhkan kamu informasi seputar promosi dan diskon yang sedang berlangsung! Siapa tahu kamu menemukan toko DVD/Blu-Ray yang sedang mengadakan diskon khusus di kotamu.

Baca juga: Phase Two: Perjalanan Marvel Cinematic Universe Sampai Infinity War

Leave a Reply